Hewan langka adalah hewan yang sudah sulit ditemukan dialam liar baik dihutan mau pun di rimba, hewan liar ini bisa di simpulkan sebagai hewan yang hampir punah karena penemuan akan hewan ini sangat menurun.

Saat ini gajah menjadi salah satu hewan yang populasinya terancam punah.
Berbagai faktor menjadi penyebab rendahnya populasi gajah saat ini.
Namun salah satu hal yang dianggap sebagai penyebab utama adalah tingginya permintaan akan gading gajah yang dianggap memiliki efek menyembuhkan.https://8dc2c41c131982187d6bdbfd0e973eb2.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html?n=0
Dengan jumlahnya yang semakin sedikit, populasi gajah, terutama gajah afrika diperkirakan akan mengalami hal yang sama seperti mammoth, yaitu mengalami kepunahan.
Untuk itulah, WWF atau World Wide Fund for Nature mengatakan bahwa harus ada langkah penting yang diambil, nih.
Langkah penting yang berhubungan dengan gajah afrika harus diambil agar gajah afrika tidak menghadapi kepunahan.

Badak jawa atau javan Rhinoceros (Rhinoceros sondaicus Desmarest) adalah binatang terbesar di Jawa. Beratnya bisa mencapai 1,5 ton, berkulit pucat. Badak Jawa pernah tersebar di hampir seluruh wilayah gunung di Jawa Barat, seperti gunung Gede-Pangrango, Gunung salak, Gn. Tangkuban Perahu dan gunun Ciremei. Nama sebutan Badak Jawa agaknya kurang tepat karena distribusi alaminya, sejauh yang bisa dipastikan, pernah mencapai kawasan Sungai Brahmaputra di Bangladesh sampai Vietnam serta ke sebelah barat daya Cina, dan deskripsi badak pertama berasal dari spesimen yang ditemukan di Sumatera. Distribusi aslinya secara menyeluruh tidak akan pernah dapat diketahui, karena pada suatu waktu yang berbeda dan pada suatu tempat yang berbeda badak Jawa ini pernah dikacaukan dengan badak Sumatera Dicerorhinus sumatrensis dan badak India/bercula satu Rhinoceros unicornis.null
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest) merupakan spesies satwa liar yang sangat langka di dunia, bahkan beberapa peneliti menyatakan bahwa R. sondaicusDesmarest merupakan mamalia terlangka di dunia, dengan populasi kurang dari 100 ekor. Pada saat ini, penyebaran R. sondaicus Desmarest di dunia terbatas di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat dengan populasi yang relatif kecil (51-67 ekor, data tahun 1996), di Vietnam (7-9 ekor), serta kemungkinan terdapat di Laos dan Kamboja. Populasi R. sondaicus Desmarest di Taman Nasional Ujung Kulon merupakan satu-satunya populasi yang dianggap paling viabel (viable) dan secara potensial dapat diselamatkan dari kepunahan. Perburuan Liar, faktor utama berkurangnya populasi R. sondaicus Desmarest adalah perburuan untuk culanya, masalah yang juga menyerang semua spesies badak. Cula badak menjadi komoditas perdagangan di Tiongkok selama 2.000 tahun yang digunakan sebagai obat untuk pengobatan tradisional Tiongkok dan sebagai barang perhiasan. Secara historis kulitnya digunakan untuk membuat baju baja tentara Tiongkok dan suku lokal di Vietnam percaya bahwa kulitnya dapat digunakan sebagai penangkal racun untuk bisa ular. Beberapa negara di Asia anatara lain Cina, Korea Selatan, Hongkong dan Jepang tercatat sebagai pengimpor terbesar cula badak. Negara-negara ini mengkonsumsi cula badak dan dagingnya untuk obat tradisional.Survey pasar gelap cula badak telah menentukan bahwa badak Asia memiliki harga sebesar $30.000 per kilogram, tiga kali harga cula badak Afrika. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan barang “langka” tersebut semakin meningkat, sehingga populasi badak bercula satu di pulau Jawa kian terancam. Hilangnya habitat akibat pertanian juga menyebabkan berkurangnya populasi R. sondaicus Desmarest, walaupun hal ini bukan lagi faktor signifikan karena badak hanya hidup di dua taman nasional yang dilindungi. Memburuknya habitat telah menghalangi pemulihan populasi badak yang merupakan korban perburuan untuk cula. Bahkan dengan semua usaha konservasi, prospek keselamatan badak Jawa suram. Karena populasi mereka tertutup di dua tempat kecil, mereka sangat rentan penyakit dan masalah perkembangbiakan. Ahli genetika konservasi memperkirakan bahwa populasi 100 badak perlu perlindungan pembagian genetika spesies.

Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.
Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui karena lumba lumba adalah mamalia. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerabat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.
Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara. Lumba-lumba perlu naik ke permukaan untuk bernapas supaya tetap hidup. Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalnya. Tubuhnya yang licin dan ramping sangat sesuai untuk berenang. Induk lumba-lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba-lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bisa melindungi dari bahaya. Lumba-lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya hingga tumbuh semakin besar. Induk lumba-lumba memanggil anak anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali.
Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara di dalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Karena lumba-lumba dapat berkomunikasi, maka lumba-lumba disebut sebagai hewan yang paling cerdas, melebihi simpanse.[1]
Lumba- lumba juga termasuk salah satu hewan mamalia yang sudah jarang ditemui dan lumba- lumba ini dapat di katakan sebagai salah satu mamalia yang hampir punah karena sudah sulit untuk ditemukan.

Sebagai kera besar yang paling arboreal , orangutan menghabiskan sebagian besar waktunya di pohon. Mereka memiliki lengan yang panjang secara proporsional dan kaki yang pendek serta rambut mereka berwarna coklat kemerahan. Laki-laki dewasa mungkin mengembangkan bantalan pipi atau flensa yang khas dan membuat panggilan panjang yang menarik perempuan dan mengintimidasi saingan; jantan yang lebih muda tidak dan menyerupai betina dewasa. Orangutan adalah kera besar yang paling menyendiri, ikatan sosial yang terjadi terutama antara ibu dan anak tanggungan mereka, yang tetap bersama selama dua tahun pertama. Buah adalah komponen terpenting dari makanan orangutan, tetapi mereka juga memakan tumbuh-tumbuhan, kulit kayu , madu , serangga, dan telur burung. Mereka dapat hidup lebih dari 30 tahun baik di alam liar maupun di penangkaran.
Orangutan termasuk primata paling cerdas . Mereka menggunakan berbagai alat canggih dan membangun sarang tidur yang rumit setiap malam dari cabang dan dedaunan. Kemampuan belajar kera telah dipelajari secara ekstensif. Mungkin ada budaya yang berbeda dalam populasi. Orangutan telah ditampilkan dalam sastra dan seni setidaknya sejak abad ke-18, terutama dalam karya-karya yang mengomentari masyarakat manusia. Studi lapangan tentang kera dipelopori oleh ahli primata Birutė Galdikas dan mereka telah dipelihara di fasilitas penangkaran di seluruh dunia setidaknya sejak awal abad ke-19. Ketiga spesies orangutan tersebut dianggap sangat terancam punah. Aktivitas manusia telah menyebabkan penurunan populasi dan jangkauan yang parah. Ancaman terhadap populasi orangutan liar termasuk perburuan, perusakan habitat karena penanaman kelapa sawit , dan perdagangan hewan peliharaan ilegal . Beberapa organisasi konservasi dan rehabilitasi didedikasikan untuk kelangsungan hidup orangutan di alam liar.
Orang hutan juga termasuk salah satu spesies yang hampir punah karena sudah jarang ditemui dihutan liar dan dialam-alam sekitar, spesies ini juga kerap diburu oleh masyarakat sekitar maka dari itu populasi dari hewan ini menjadi berkurang dan semakin sedikit.